LAPENKOP LATIH DIGITALISASI KOPERASI DI KOPERASI BUEKA ASSAKINAH

Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Jawa Timur memberikan hibah pelatihan digitalisasi kepada Koperasi Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) Kabupaten Lamongan untuk mempercepat transformasi digitalisasi koperasi di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung PDM Muhammadiyah Lamongan ini dilaksanakan secara fullday pada tanggal 26 Juli 2024 dengan jumlah peserta 30 orang.

Hibah Pelatihan ini merupakan bentuk apresiasi Lapenkop Jawa Timur kepada Koperasi Bueka Assakinah Kabupaten Lamongan sebagai salah satu dari 6 Kabupaten/Kota finalis lomba berpacu dalam koperasi yang diadakan oleh Pusat Koperasi Bueka Assakinah Jawa Timur.

Kepala LAPENKOP Jawa Timur, Moh Faishol Chusni menjelaskan bahwa hibah training untuk Kabupaten Lamongan berbentuk fasilitasi pelatihan aplikasi Sistem Informasi Keuangan Terpadu (Sikadu) gratis dan dilanjutkan dengan pendampingan lanjutan dalam rangka menjemput era baru menyongsong Indonesia Emas melalui program pengembangan digitalisasi koperasi.

Program pelatihan Sikadu yang diselenggarakan oleh Bueka Assakinah Kabupaten Lamongan sebelum sesi offline peserta mendapat panduan penggunaan sistem melalui daring (zoom meeting) yang dilaksanakan tanggal 23 Juli, sehingga pada saat Sesi offline pada tanggal tanggal 26 Juli 2024 peserta lebih siap. 

Pelatihan aplikasi Sikadu dihadiri langsung oleh Moh Faishol Chusni, Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dekopin Wilayah Jawa Timur sekaligus sebagai narasumber, Pimpinan PDA dan Bueka Assakinah Lamongan dan 11 koperasi wanita di wilayah Lamongan.

Faishol menambahkan bahwa Lapenkop Jatim sangat berkomitmen mendorong koperasi segera Go Digital sebagai suatu keniscayaan perubahan zaman, oleh karena itu kami tidak hanya sekedar menganjurkan tetapi kami turun langsung memberikan sistem dan melatihkan kepada peserta sampai bisa mengguanakannya.

“Aplikasi ini kami desain sangat user friendly, mudah digunakan dan tentu memenuhi standar kebutuhan administrasi dan keuangan koperasi,karena didesain oleh praktisi koperasi jadi tahu betul tentang seluk-beluk koperasi. sehingga kedepan penyusunan laporan keuangan bisa profesional, cepat dan akuntable,” Faishol meyakinkan.

Sekretaris PDA Kabupaten Lamongan, Dra Hj Nur Nadhiroh MPd yang mendampingi kegiatan sampai dengan akhir menyampaikan bahwa koperasi harus siap dan semangat menyongsong era baru digitalisasi koperasi, oleh karena itu pelatihan ini harus diikuti dengan semangat meskipun tidak semua peserta berusia muda.

”Saya melihat semua peserta semangat dan antusias sampai dapat mengerjakan laporan keuangan menggunakan SIKADU, setelah training ini selesai akan kita lakukan pendampingan baik dari internal maupun nanti langsung didampingi Lapenkop sehingga semua koperasi di Lamongan khususnya dalam lingkung Aisyiyah segera bertransformasi menjadi digital.” Pungkas Bu Nadhiroh.

Pengurus Koperasi se-Kabupaten Madiun, Hadiri Workshop “Era Baru Koperasi Indonesia”

Dewan Koperasi Daerah (DEKOPINDA) melalui Lembaga Pendidikan Koperasi (LAPENKOP) Kabupaten Madiun, menggelar Workshop Perkoperasian, dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-77 Kabupaten Madiun, di resto Arum Dalu Jl. Yos Sudarso 71 Madiun, Sabtu (20/7/2024).

Workshop yang mengangkat tema tentang ” Era Baru Koperasi Indonesia, Berjati Diri, Inovatif, dan Tangguh” ini diikuti oleh 75 pengurus koperasi se-Kabupaten Madiun.
Hadir dalam workshop tesebut yakni, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (DISPERDAGKOP&UM) Kab. Madiun Indra Setyawan, Kabid Koperasi DISPERDAGKOP&UM, Dwi Sulistyorini, Ketua DEKOPINDA Kab. Madiun, Sarwana, dan Ketua LAPENKOP Kab. Madiun, Eny Kusumawardani.
Workshop mengundang pembicara Moh. Faishol Chusni Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian Wilayah (LAPENKOPWIL) Jatim, Konsultan Koperasi dan UMKM Nasional.
Faishol Chusni, dalam workshop ini menyampaikan tentang gambaran era baru koperasi, bagaimana koperasi menyikapi era baru ini, dan perubahan strategis apa agar koperasi sukses melangkah di era baru tersebut.
Materi disampaikan dengan lugas dan menarik sehingga memancing antusiasme peserta.
Di sepanjang workshop, banyak peserta bertanya jawab mengenai perkoperasian hingga workshop selesai.

Faishol Chusni menyampaikan Materi Workshop Era Baru Koperasi Indonesia. Sabtu(20/7/2024).

Faishol menjelaskan tentang era baru koperasi Indonesia, dimana era koperasi 5.0 yang serba digital, otomatisasi, dan perubahan cepat tak terbendung memerlukan langkah adaptif.
“Koperasi bukan seperti jaman dulu, melaksanakan tugas-tugas pemerintah saja, sekarang harus lebih adaptif, berjati diri, inovatif, tangguh dan tidak hanya mengandalkan pemerintah saja. Namun, tetap berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong,” jelasnya kepada media.
Lebih lanjut Faishol mengungkapkan, koperasi seyogyanya berubah tidak hanya melayani kebutuhan dari sisi simpan pinjam anggota saja, namun diperluas untuk melayani juga kebutuhan lain, seperti kebutuhan sosial, ekonomi, bisnis, pendidikan, dll.
“Kebutuhan lain juga di fasilitasi oleh koperasi. Menjadi wadah untuk meningkatkan nilai tambah bagi anggotanya , pokoknya semua tentang kebutuhan keluarganya anggota difasilitasi,” imbuhnya.
Ia berharap, kedepan koperasi mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan, lebih berselera ‘muda’, modern bisnisnya, sebagai langkah adaptif menangani perubahan jaman.
Sementara itu, Yongki salah satu peserta workshop dari KSPPS Tegal Ijo Mandiri mendapatkan banyak wawasan setelah menghadiri acara ini.
“Saya menyimpulkan karena perubahan jaman, koperasi harus menyesuaikan diri agar tetap eksis dan berkembang di masa depan,” tuturnya.
Yongki pun berharap acara workshop seperti ini diadakan lagi di masa mendatang, karena banyak generasi muda sepertinya di koperasi Tegal Ijo Mandiri yang ingin menambah lagi wawasan tentang perkoperasian.
Usai Workshop Ketua LAPENKOP Kabupaten Madiun, Eny Kusumawardani menjelaskan tujuan diadakan workshop ini, yakni meningkatkan komitmen koperasi di Kabupaten Madiun untuk menjaga jati diri, inovatif dan tangguh menyongsong era baru Koperasi Indonesia.
“Kita adakan workshop dengan tujuan supaya peserta menularkan komitmen dan informasi perubahan perkoperasian kepada rekan kerja di koperasi mereka masing-masing,” tutupnya.
Sumber : www.gardajatim.com/2024/07/pengurus-koperasi-se-kabupaten-madiun.html

Buka Dua Pelatihan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Pj Bupati Dorong Penguatan Pengawasan Koperasi dan Pengembangan Potensi Batik Ecoprint

Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna membuka  Pelatihan Pengawas Koperasi Kabupaten Nganjuk, Rabu (12/6/2024) di Balai Latihan Kerja (BLK) kelurahan, Kecamatan/ Kabupaten Nganjuk.

Di hari yang sama, Pj Bupati Handoko juga membuka Pelatihan Batik Ecoprint di Pendopo Kecamatan Kertosono.

Penyelenggaran kedua kegiatan tersebut, dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Nganjuk.

Adapun pemateri kegiatan tersebut, yaitu Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatannya, Pj Bupati Handoko mengatakan, pengawas koperasi merupakan ujung tombak atau eksistensi sebuah koperasi.

“Karena dengan pengetahuan, para pengawas mampu menjaga jalannya koperasi sesuai tujuan anggotanya,” terangnya.

Dalam dua hari para pengawas koperasi ini, akan diberikan pelatihan materi akuntansi dari Lapenkop. Ada 913 koperasi dan 67 KSP yang saat ini masih eksis di Kabupaten Nganjuk.

“Pelatihan pengawas koperasi ini adalah ikhtiar kita semua, untuk menjaga koperasi dan mengembangkan perekonomian di Kabupaten Nganjuk,” terang Pj Bupati Handoko.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nganjuk tahun 2023 di angka 5,40 lebih tinggi di tingkat nasional yang 5,04 bahkan di Jawa Timur di angka 4,9.

“Jadi pertumbuhan ekonomi yang baik akan menjadi modal. Kita punya produk-produk pertanian yang luar biasa, ini potensi koperasi kita,” urainya.

Sementara itu, terkait potensi pelatihan batik ecoprint di pendopo Kecamatab Kertosono juga bentuk komunikasi dan kolaborasi yang positif.

“Sudah berulang kali Kabupaten Nganjuk ikut pameran yang di dalamnya ada batik ecoprint. Mari dari jalinan komunikasi ini, kita berbuat dari hal kecil dahulu,” katanya.

“Semoga dua pelatihan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro banyak memberi manfaat untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk,” harapnya.

Sebagai informasi, banyak keunggulan batik ecoprint. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, kain ecoprint membantu menjaga kualitas air dan mengurangi polusi lingkungan.

Kain ecoprint menghasilkan keindahan yang unik. Proses ecoprint menghasilkan motif dan pola yang unik dan organik, dan harga jual yang sangat kompetitif di pasar.

Sumber : megapos.co.id/index.php/2024/06/12/buka-dua-pelatihan-dinas-koperasi-dan-usaha-mikro-pj-bupati-dorong-penguatan-pengawasan-koperasi-dan-pengembangan-potensi-batik-ecoprint/

Dekopinda Lumajang Laksanakan Bimtek Digitalisasi Koperasi

Merespon era digitalisasi yang begitu cepat dan tantangan tata kelola koperasi yang baik, akuntabel dan profesional, pada tanggal 19 Januari 2023 bertempat di ruang pertemuan Koperasi Amanda Dekopinda Kab. Lumajang bekerjasama dengan dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Perdagangan serta Dukungan dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Wilayah Jawa Timur mengadakan Bimbingan Teknis Digitalisasi Laporan Keuangan Koperasi Usaha Simpan Pinjam.

Pembukaan dimulai pukul 08.00 dihadiri oleh Ketua Dekopinda Lumajang H. Ngateman SH, Kepala bidang koperasi, Dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan perdagangan kabupaten Lumajang  Katemun, Dewan pakar Dekopinda Dr Fauzan Muttaqien SE, MM serta Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) wilayah Jawa Timur Moh Faishol Chusni beserta dengan para narasumber Jarot Purwanto, MM dan Setiawan Pandu, SE, acara ini juga dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari perwakilan koperasi yang mempunyai unit simpan.

Ketua Dekopinda Lumajang H. Ngateman SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi tidak boleh ketinggalan jaman, harus mampu menaklukkan tantangan zaman.

“Bimtek ini tidak saja memberikan ilmu tetapi juga diberikan software keuangan koperasi dan dipraktikkan langsung nantinya sehingga harapannya dapat memberikan kemudahan koperasi dalam sistem informasi dan penyusunan laporan keuangan koperasi berbasis aplikasi/digital sehingga pelayanan koperasi terhadap anggota semakin cepat dan tetap akuntabel.” Tegasnya.

Senada dengan Ketua Dekopinda,  Katemun menyambut baik kegiatan ini dalam rangka mendorong koperasi secara perlahan mulai bertransformasi ke arah digital didalam penyusunan laporan keuangan dan pelayanannya kepada anggotanya. Koperasi harus menjadi modern dan serba digital, oleh karena itu mengharapkan peserta mengikuti dengan tuntas.

Walaupun pelaksanaan Bimtek ini berlangsung hanya sehari tetapi para peserta menerima materi praktis aplikatif dari pakarnya, hal itu ditegaskan oleh Susiati Ketua panitia pelaksana dari LAPENKOP Daerah yang telah mempersiapkan acara sejak lama.

“Pelaksanaan Bimtek ini Alhamdulillah bisa terlaksana berkat dukungan semua pihak, baik dari Pimpinan Dekopinda, Dinas, seluruh gerakan koperasi Lumajang dan tentu saja LAPENKOPWIL Jatim, peserta kami imbau membawa laptop dan laporan keuangannya agar bisa benar-benar mengikuti dengan maksimal. Kami berharap mulai tahun 2023 ini gerakan koperasi Lumajang bisa go digital dengan lebih cepat.” Ungkap Susianti.

Susi yang juga Pelatih LAPENKOP juga menambahkan “tidak ada alasan untuk tidak go digital, ilmu sudah diberi, aplikasi sudah disiapkan dan insyaAllah akan ada pembinaan lebih lanjut pasca ini yang penting ada kemauan saja.”

Menyambut antusiasme peserta yang bersemangat mengikuti acara dan praktik langsung dengan laptopnya sejak pagi hingga sore hari, Kepala LAPENKOPWIL Jawa Timur Moh Faishol Chusni, menyampaikan bahwa aplikasi SIKADU sudah didesain sedemikian rupa sesuai dengan jati diri koperasi, akuntansi koperasi dan bisa melakukan penyesuaian fitur akun yang dipakai koperasi.

Acara berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta hingga selesai dan diharapkan bisa menciptakan perubahan yang lebih baik.

“InsyaAllah aplikasi ini sudah user friendly, sudah online dan anggota juga bisa melihat saldo piutang serta simpanannya secara langsung di gadget-nya masing-masing. Transformasi digital itu merupakan keharusan, kalau transformasi digital ini tidak disiapkan dengan baik maka koperasi akan menjadi Museum, Ayo bersama menyongsong era digital koperasi” Pungkas Faishol.

Sumber : www.beritakoperasi.com/digitalisasi-koperasi/2024/06/12/2228/dekopinda-lumajang-laksanakan-bimtek-digitalisasi-koperasi/

Koperasi Sebagai Seni Mengembangkan Usaha dan Menghantarkan Anggotanya Untuk Sukses Bersama

Sebagai lanjutan dari kegiatan yang sama dan telah dilaksanakan pekan lalu ditempat yang sama, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) kembali menyelanggarakan kegiatan “Penyuluhan Perkoperasian Bagi Koperasi di Jawa Timur” (Angkatan II) pada hari Senin (06/05) bertempat di Hotel Grand Swiss Belhotel Darmo, Surabaya. Untuk kedua kalinya kegiatan ini dilakukan secara Ofline diperuntukkan bagi KSP dan KPPS baru yang berdiri tahun 2023-2024.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur -Andromeda Qomariah serta Kepala Lembaga Pendidikan Dekopinwil Jawa Timur-Faisal Chusni yang bertugas sebagai narasumber, Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkuat kelembagaan koperasi sebagai wadah usaha bersama, memberikan pemahaman terkait jati diri koperasi agar semakin kuat dan untuk meningkatkan wawasan pemahaman pengurus koperasi tentang tata kelola berkoperasi yang baik dan benar. Jumlah peserta yang hadir kurang lebih 60 orang perwakilan koperasi dari berbagai wilayah di seluruh Jawa Timur.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur -Andromeda Qomariah dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas komitmen dan semangat para peserta untuk membangun dan memilih mengembangkan badan usaha yaitu koperasi ini. Dalam penjelasanya Andromeda menyampaikan bahwa bahwa koperasi adalah organisasi ekonomi yang sangat tepat dan dipilih sebagian masyarakat untuk memajukan ekonomi serta dapat memberikan manfaat cukup besar untuk perekonomian bangsa dan negara.

Di zaman generasi milenial ini sudah muncul koperasi milenial yang akan berevolusi yang di kelola oleh pemuda pemudi generasi saat ini dan menjadi usaha digitalisasi. “Oleh karena itu berhasil atau suksesnya koperasi itu ditandai oleh kemampuannya dalam berkompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Koperasi akan dapat mensejahterakan anggotanya jika koperasi mampu menciptakan nilai tambah dari usaha anggotanya, nilai tambah ini diperoleh jika mereka berpatisipasi dalam kegiatan usahanya”, ujar Andromeda.

Kepala LAPENKOP Jawa Timur – Faisal Chusni menyampaikan materi pertama yakni Seni Mengelola dan Mengembangkan Usaha Koperasi (Good Cooperative Gorvenance) dengan penuh semangat dan dimulai peregangan yang dikuti peserta anggota koperasi. Berkoperasi salah satunya merupakan seni mengembangkan.

Chusni menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi dalam pendirian koperasi yakni kerja sama orang banyak. Jika mendirikan suatu usaha dan memiliki badan usaha bahwa itu motivasi bukan untuk mensejahterakan diri sendiri tetapi mensejahterahkan bersama sama. Koperasi menjadi rumah bersama untuk menghantarkan para penghuninya sukses bersama.

Tidak hanya itu, pendirian dalam berkoprasi harus melalukan perencanaan pengembangan koperasi melalui dokumen masterplan pengembangan koperasi sehingga seluruh jaringan koperasi dan stakeholder-nya memiliki arah pandu pengembangan ekonomi anggotanya dalam rangka mengakselerasi terwujudnya anggota sejahtera.

Pengawas Koperasi Ahli Muda Diskop UKM Jatim, Syamsul Hidayat sebagai pemateri kedua menjelaskan bahwa Aset = Kewajiban + Modal yang mana Rumus ini mencerminkan bahwa semua sumber daya atau aset yang dimiliki oleh perusahaan harus didanai oleh sumber dana yang berasal dari kewajiban perusahaan serta ekuitas pemilik, Syamsul juga menyampaikan Akuntansi Syariah yaitu Aset = Kewajiban + Dana Syirkah Temporary + Modal. Yang mana merupakan dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya di mana entitas syariah mempunyai untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Diskop UKM Jatim, Aisyah Aminy menambahkan materi terkait kondisi perekonomian Jawa Timur pada umumnya, ia menjelaskan bagaimana kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur yang mana saat ini jumlah usaha kecil dan menengah sekitar 9,78 Juta.

Juga mengalami peningkatan terhadap PDRB Jawa Timur, “Sektor-sektor yang menjadi andalan UMKM di Jawa Timur yaitu: pertanian, kehutanan, dan perikanan; penyedia-an akomodasi dan makan minum; pengadaan listrik, pengelolaan sampah, dan daur ulang, perdagangan besardan eceran; industri pengolahan; dan konstruksi “, jelas Aisyah.

“Definisi Koperasi yaitu Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”, lanjut Aisyah.

Sumber : diskopukm.jatimprov.go.id/berita/koperasi-sebagai-seni-mengembangkan-usaha-dan-menghantarkan-anggotanya-untuk-sukses-bersama

MEK Aisyiyah Jawa Timur Gelar Pelatihan Aplikasi Keuangan Sikadu

Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Aisyiyah Jawa Timur menggelar pelatihan aplikasi keuangan Sikadu, yang diinisiasi oleh Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop).

Sebanyak 27 orang peserta dari 10 binaan Pusat Koperasi As Sakinah Jawa Timur turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 5-6 Maret 2024 di Aula Pimpinan Wilayah Jawa Timur.

Dalam rilisnya, Rabu (6/3/24), Tatik Lutfiati, ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan menyampaikan, selama dua hari, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai lima materi utama. Mulai dari pengantar akuntansi hingga hasil laporan keuangan koperasi berbasis Sikadu.

“Materi-materi tersebut mencakup penyusunan laporan keuangan koperasi, praktik menginput master data, praktik menginput saldo data, dan analisis hasil laporan keuangan koperasi,” terangnya.

“Kami memilih Sikadu karena dibuat oleh lembaga khusus perkoperasian sehingga menunya sesuai dengan kebutuhan lapangan di koperasi masing-masing,” imbuhnya.

Nely Asnifaty, Ketua Puskop, menyampaikan harapannya terhadap pelatihan ini.

“Saya berharap koperasi binaan Aisyiyah dapat menjadi koperasi modern yang mampu mengelola administrasi dan pelaporan keuangan dengan lebih efisien, sehingga pengurus dan pengelola dapat lebih fokus pada pengembangan koperasi,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ida, merasa senang bisa mengikuti pelatihan ini.

“Mudah-mudahan dengan pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam koperasi, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam pengelolaan keuangan,” harapnya.

Keseluruhan materi pelatihan disampaikan secara langsung oleh Lapenkop, yang memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan koperasi berbasis Sikadu.

Sumber : kartanusa.id/2024/03/06/mek-aisyiyah-jawa-timur-gelar-pelatihan-aplikasi-keuangan-sikadu/

Siap Kawal Kemajuan Koperasi, Lapenkop Jatim Gelar Apel Siaga Pemandu Koperasi

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Indonesia Ke-76, provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Kota Blitar, LAPENKOP Wilayah Jawa Timur menggelar acara Apel Pemandu Koperasi se-Jawa Timur di Hotel Permai, PKPRI Kota Blitar pada hari Sabtu, 22 Juli 2023. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pemandu Lapenkop di wilayah Jawa Timur.

Dengan tema “Pemandu Koperasi Siap Sigap Beraksi Mengawal Koperasi Unggul Berjati Diri,” kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran penting pemandu koperasi dalam mengawal perkembangan koperasi yang unggul dan berjati diri.

Rangkaian acara diawali dengan Apel Siaga Pemandu, di mana peserta menyatakan ikrar sebagai pemandu koperasi yang siap dan sigap mengawal SDM koperasi yang unggul dan berjati diri. Selain itu, Para pemandu juga mendapatkan updating mengenai arah gerak LAPENKOP Jawa Timur untuk periode 2023-2025.

Ketua Dekopinwil Jatim, H. Slamet Sutanto, SE,MM selaku Pembina Apel, memberikan amanat Bahwa Pemandu Koperasi adalah ujung tombak implementasi Fungsi edukasi dekopin, untuk itu harus selalu siap siaga menjalankan tugas dan fungsi di tengah tantangan yang semakin tidak mudah. “Lapenkop ini lembaga teknis yang menjalankan fungsi edukasi, menjadi pemandu adalah panggilan jiwa pengabdian terbaik untuk menjayakan koperasi, saya tahu pemandu lapenkop sangat profesional dan selalu siap untuk menjayakan koperasi. Terus tingkatkan profesionalitas dan layanan terbaik bagi gerakan koperasi.” Tegas Putra Blitar tersebut.

Kepala Lapenkop Jatim, Moh Faishol Chusni, menyampaikan bahwa acara Ap Pemandu Koperasi merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Harkop Indonesia ke 76 tingkat provinsi yang dipusatkan di Kota Blitar. Chusni menjelaskan bahwa pemandu mempunyai tugas memajukan SDM manusia koperasi yang unggul dan berjati diri. Untuk itu, tentu harus profesional dalam menjalankan tugasnya. Layanan lapenkop Jatim selain diklat juga memberikan pendampingan, inkubasi, modernisasi dan digitalisasi koperasi.

“Alhamdulillah, selama ini kami telah banyak bermitra dengan pemerintah, gerakan koperasi, lembaga pendidikan di Indonesia. Kami berharap kedepan kami bisa berkontribusi lebih banyak untuk gerakan koperasi.” Tegasnya.

Selain Apel pemandu kegiatan diisi dengan updating bersama tentang penyusunan Laporan Keuangan koperasi Berjati Diri yang disampaikan oleh Bapak R. Nugroho MM, praktisi senior koperasi Indonesia serta implementasi Digitalisasi koperasi berbasis online menggunakan Sistem Informasi Keuangan Terpadu (SIKADU) yang disampaikan pakar koperasi IT koperasi dan pencipta SIKADU Bapak Jarot Purwanto, MM.

Dengan dilaksanakannya Apel Pemandu Koperasi se-Jawa Timur, LAPENKOP Wilayah Jawa Timur berharap dapat terus memperkuat peran pemandu koperasi dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi yang unggul, berdaya saing, dan berjati diri.

Pemkot Mojokerto Fokus Kuatkan Peran Koperasi dalam Perekonomian

Pemerintah Kota Mojokerto konsisten terhadap penguatan peran koperasi dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kota Mojokerto. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan pengembangan usaha koperasi melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag).

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 35 koperasi yang terdiri dari 22 koperasi retail, 5 koperasi produsen, dan 7 koperasi pesantren. Pendampingan dan workshop berlangsung selama tiga pekan dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Jawa Timur. Lewat program ini diharapkan masing-masing koperasi dapat mengetahui potensi bisnis ataupun usaha yang mereka miliki, agar kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut.

“Koperasi juga layak memiliki bisnis-bisnis yang besar, seperti badan usaha lainnya. Tapi memang untuk membangkitkan semangat koperasi untuk bisa mencapai itu, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di Aula Kantor Diskopukmperindag, Jumat (23/6/2023).

Ning Ita menegaskan, perhatian khusus Pemkot Mojokerto kepada koperasi ini berdasarkan karakteristik koperasi sebagai badan usaha yang kekuatannya berasal dari anggota. Sehingga apabila suatu koperasi dilakukan penguatan, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota.

“Di dalam koperasi kekuatannya ada di anggota. Jika ada koperasi dibandingkan satu PT dan CV, sebagai kepala daerah saya akan memilih koperasi. Karena jelas, akan makin banyak pihak-pihak yang ekonominya menguat,” tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.

Seperti dipublikasikan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, perhatian wali kota terhadap penguatan ekonomi melalui koperasi juga ditunjukkan dalam program Inkubasi Wirausaha. Di dalamnya terdapat skema “4P” yaitu Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Modal, dan Pembentukan Koperasi.

“Ada Pembentukan Koperasi. Karena supaya wirausaha baru yang sudah eksis ini bisa berkumpul dalam satu wadah yang sama sehingga intervensi dari pemerintah untuk support mereka wirausaha baru lebih mudah. Jika koperasinya maju, maka semua anggota yang tergabung di dalamnya ikut maju,” tutur Ning Ita.

Pelatihan Usaha dan Daya Saing Produk Koperasi di Kabupaten Lamongan: Meningkatkan Potensi Bisnis UMKM

Pada tanggal 15 Juni 2023, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Usaha dan Daya Saing Produk Koperasi”. Acara ini dihadiri oleh narasumber terkemuka dari LAPENKOP Jatim (Lembaga Pendidikan Koperasi Jawa Timur) dan Dekopinda Lamongan, serta diikuti oleh 50 peserta dari berbagai gerakan koperasi di Kabupaten Lamongan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi bisnis dan daya saing produk koperasi di Kabupaten Lamongan. Dengan melibatkan para pelaku usaha koperasi, acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan pengembangan produk yang inovatif.

Salah satu aspek penting yang akan dibahas dalam pelatihan ini adalah pemasaran. Narasumber dari LAPENKOP Jatim dan Dekopinda Lamongan akan membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang strategi pemasaran yang efektif untuk produk koperasi. Peserta akan diberikan wawasan tentang penggunaan media sosial, pemasaran online, dan teknik pemasaran lainnya untuk meningkatkan visibilitas produk koperasi mereka.

Selain itu, pelatihan ini juga akan fokus pada manajemen keuangan. Bagi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis koperasi, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan yang efisien. Narasumber akan memberikan penjelasan tentang pengelolaan keuangan yang tepat, pembuatan laporan keuangan, serta cara mengoptimalkan sumber daya keuangan yang tersedia.

Selanjutnya, peserta pelatihan juga akan diberikan wawasan tentang pengembangan produk yang inovatif. Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, penting bagi koperasi untuk menghadirkan produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Narasumber akan membahas strategi pengembangan produk, identifikasi peluang pasar, dan inovasi produk yang dapat meningkatkan daya saing koperasi.

Melalui pelatihan ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis koperasi mereka. Dengan meningkatkan potensi bisnis dan daya saing produk koperasi, diharapkan sektor koperasi di Kabupaten Lamongan dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Sumber : lamongankab.go.id/beranda/diskopum/post/10609

Dinkop UM Gelar Pelatihan Manajerial Bagi Pengelola Koperasi

Aspek keuangan merupakan salah satu dari aspek-aspek yang tercakup dalam tata kehidupan koperasi. Hal tersebut sudah tertuang dalam pasal 30 UU Nomor 25 tahun 1992 yang berbunyi menyusun laporan keuangan adalah salah satu tugas pengurus.

Dengan demikian Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Nganjuk menggelar program pendidikan dan pelatihan perkoperasian pada Rabu (03/05/2023). Kegiatan yang berlangsung selama 4 (empat) hari mulai Rabu 3 Mei 2023 sampai 6 Mei 2023  diikuti peserta sebanyak 30 orang peserta yang beranggotakan Pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) di Kota Angin.

Pelatihan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinkop UM Kabupaten Nganjuk, Cuk Widianto. Ditandai dengan penyerahan alat kelengkapan pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Dalam sambutannya, pihaknya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melatih koperasi mahir menyusun laporan keuangan. Karena pelaporan dalam koperasi bersifat wajib sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Apalagi saat ini ada teknologi informasi. Silakan dimanfaatkan untuk menyusun laporan keuangan agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” lanjutnya.

Dijelaskan Cuk Widianto, bahwa selain Kopwan, Dinkop UM juga  akan menggelar kegiatan serupa bagi ratusan koperasi lain di Kota Angin. Jumlahnya mencapai 120 lembaga. Namun dibagi empat angkatan. “Agar pelatihan tersebut betul-betul optimal,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pelatihan tersebut terselenggara dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Peningkatan Kapasistas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PK2UKM) Tahun 2023. Dengan mendatangkan narasumber dari  Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Wilayah Jawa Timur.