Dekopinda Lumajang Laksanakan Bimtek Digitalisasi Koperasi

Merespon era digitalisasi yang begitu cepat dan tantangan tata kelola koperasi yang baik, akuntabel dan profesional, pada tanggal 19 Januari 2023 bertempat di ruang pertemuan Koperasi Amanda Dekopinda Kab. Lumajang bekerjasama dengan dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Perdagangan serta Dukungan dari Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Wilayah Jawa Timur mengadakan Bimbingan Teknis Digitalisasi Laporan Keuangan Koperasi Usaha Simpan Pinjam.

Pembukaan dimulai pukul 08.00 dihadiri oleh Ketua Dekopinda Lumajang H. Ngateman SH, Kepala bidang koperasi, Dinas koperasi, UKM, Perindustrian dan perdagangan kabupaten Lumajang  Katemun, Dewan pakar Dekopinda Dr Fauzan Muttaqien SE, MM serta Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) wilayah Jawa Timur Moh Faishol Chusni beserta dengan para narasumber Jarot Purwanto, MM dan Setiawan Pandu, SE, acara ini juga dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari perwakilan koperasi yang mempunyai unit simpan.

Ketua Dekopinda Lumajang H. Ngateman SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi tidak boleh ketinggalan jaman, harus mampu menaklukkan tantangan zaman.

“Bimtek ini tidak saja memberikan ilmu tetapi juga diberikan software keuangan koperasi dan dipraktikkan langsung nantinya sehingga harapannya dapat memberikan kemudahan koperasi dalam sistem informasi dan penyusunan laporan keuangan koperasi berbasis aplikasi/digital sehingga pelayanan koperasi terhadap anggota semakin cepat dan tetap akuntabel.” Tegasnya.

Senada dengan Ketua Dekopinda,  Katemun menyambut baik kegiatan ini dalam rangka mendorong koperasi secara perlahan mulai bertransformasi ke arah digital didalam penyusunan laporan keuangan dan pelayanannya kepada anggotanya. Koperasi harus menjadi modern dan serba digital, oleh karena itu mengharapkan peserta mengikuti dengan tuntas.

Walaupun pelaksanaan Bimtek ini berlangsung hanya sehari tetapi para peserta menerima materi praktis aplikatif dari pakarnya, hal itu ditegaskan oleh Susiati Ketua panitia pelaksana dari LAPENKOP Daerah yang telah mempersiapkan acara sejak lama.

“Pelaksanaan Bimtek ini Alhamdulillah bisa terlaksana berkat dukungan semua pihak, baik dari Pimpinan Dekopinda, Dinas, seluruh gerakan koperasi Lumajang dan tentu saja LAPENKOPWIL Jatim, peserta kami imbau membawa laptop dan laporan keuangannya agar bisa benar-benar mengikuti dengan maksimal. Kami berharap mulai tahun 2023 ini gerakan koperasi Lumajang bisa go digital dengan lebih cepat.” Ungkap Susianti.

Susi yang juga Pelatih LAPENKOP juga menambahkan “tidak ada alasan untuk tidak go digital, ilmu sudah diberi, aplikasi sudah disiapkan dan insyaAllah akan ada pembinaan lebih lanjut pasca ini yang penting ada kemauan saja.”

Menyambut antusiasme peserta yang bersemangat mengikuti acara dan praktik langsung dengan laptopnya sejak pagi hingga sore hari, Kepala LAPENKOPWIL Jawa Timur Moh Faishol Chusni, menyampaikan bahwa aplikasi SIKADU sudah didesain sedemikian rupa sesuai dengan jati diri koperasi, akuntansi koperasi dan bisa melakukan penyesuaian fitur akun yang dipakai koperasi.

Acara berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta hingga selesai dan diharapkan bisa menciptakan perubahan yang lebih baik.

“InsyaAllah aplikasi ini sudah user friendly, sudah online dan anggota juga bisa melihat saldo piutang serta simpanannya secara langsung di gadget-nya masing-masing. Transformasi digital itu merupakan keharusan, kalau transformasi digital ini tidak disiapkan dengan baik maka koperasi akan menjadi Museum, Ayo bersama menyongsong era digital koperasi” Pungkas Faishol.

Sumber : www.beritakoperasi.com/digitalisasi-koperasi/2024/06/12/2228/dekopinda-lumajang-laksanakan-bimtek-digitalisasi-koperasi/

Koperasi Sebagai Seni Mengembangkan Usaha dan Menghantarkan Anggotanya Untuk Sukses Bersama

Sebagai lanjutan dari kegiatan yang sama dan telah dilaksanakan pekan lalu ditempat yang sama, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) kembali menyelanggarakan kegiatan “Penyuluhan Perkoperasian Bagi Koperasi di Jawa Timur” (Angkatan II) pada hari Senin (06/05) bertempat di Hotel Grand Swiss Belhotel Darmo, Surabaya. Untuk kedua kalinya kegiatan ini dilakukan secara Ofline diperuntukkan bagi KSP dan KPPS baru yang berdiri tahun 2023-2024.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur -Andromeda Qomariah serta Kepala Lembaga Pendidikan Dekopinwil Jawa Timur-Faisal Chusni yang bertugas sebagai narasumber, Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkuat kelembagaan koperasi sebagai wadah usaha bersama, memberikan pemahaman terkait jati diri koperasi agar semakin kuat dan untuk meningkatkan wawasan pemahaman pengurus koperasi tentang tata kelola berkoperasi yang baik dan benar. Jumlah peserta yang hadir kurang lebih 60 orang perwakilan koperasi dari berbagai wilayah di seluruh Jawa Timur.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur -Andromeda Qomariah dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas komitmen dan semangat para peserta untuk membangun dan memilih mengembangkan badan usaha yaitu koperasi ini. Dalam penjelasanya Andromeda menyampaikan bahwa bahwa koperasi adalah organisasi ekonomi yang sangat tepat dan dipilih sebagian masyarakat untuk memajukan ekonomi serta dapat memberikan manfaat cukup besar untuk perekonomian bangsa dan negara.

Di zaman generasi milenial ini sudah muncul koperasi milenial yang akan berevolusi yang di kelola oleh pemuda pemudi generasi saat ini dan menjadi usaha digitalisasi. “Oleh karena itu berhasil atau suksesnya koperasi itu ditandai oleh kemampuannya dalam berkompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Koperasi akan dapat mensejahterakan anggotanya jika koperasi mampu menciptakan nilai tambah dari usaha anggotanya, nilai tambah ini diperoleh jika mereka berpatisipasi dalam kegiatan usahanya”, ujar Andromeda.

Kepala LAPENKOP Jawa Timur – Faisal Chusni menyampaikan materi pertama yakni Seni Mengelola dan Mengembangkan Usaha Koperasi (Good Cooperative Gorvenance) dengan penuh semangat dan dimulai peregangan yang dikuti peserta anggota koperasi. Berkoperasi salah satunya merupakan seni mengembangkan.

Chusni menjelaskan bahwa yang melatarbelakangi dalam pendirian koperasi yakni kerja sama orang banyak. Jika mendirikan suatu usaha dan memiliki badan usaha bahwa itu motivasi bukan untuk mensejahterakan diri sendiri tetapi mensejahterahkan bersama sama. Koperasi menjadi rumah bersama untuk menghantarkan para penghuninya sukses bersama.

Tidak hanya itu, pendirian dalam berkoprasi harus melalukan perencanaan pengembangan koperasi melalui dokumen masterplan pengembangan koperasi sehingga seluruh jaringan koperasi dan stakeholder-nya memiliki arah pandu pengembangan ekonomi anggotanya dalam rangka mengakselerasi terwujudnya anggota sejahtera.

Pengawas Koperasi Ahli Muda Diskop UKM Jatim, Syamsul Hidayat sebagai pemateri kedua menjelaskan bahwa Aset = Kewajiban + Modal yang mana Rumus ini mencerminkan bahwa semua sumber daya atau aset yang dimiliki oleh perusahaan harus didanai oleh sumber dana yang berasal dari kewajiban perusahaan serta ekuitas pemilik, Syamsul juga menyampaikan Akuntansi Syariah yaitu Aset = Kewajiban + Dana Syirkah Temporary + Modal. Yang mana merupakan dana yang diterima sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari individu dan pihak lainnya di mana entitas syariah mempunyai untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Diskop UKM Jatim, Aisyah Aminy menambahkan materi terkait kondisi perekonomian Jawa Timur pada umumnya, ia menjelaskan bagaimana kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur yang mana saat ini jumlah usaha kecil dan menengah sekitar 9,78 Juta.

Juga mengalami peningkatan terhadap PDRB Jawa Timur, “Sektor-sektor yang menjadi andalan UMKM di Jawa Timur yaitu: pertanian, kehutanan, dan perikanan; penyedia-an akomodasi dan makan minum; pengadaan listrik, pengelolaan sampah, dan daur ulang, perdagangan besardan eceran; industri pengolahan; dan konstruksi “, jelas Aisyah.

“Definisi Koperasi yaitu Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”, lanjut Aisyah.

Sumber : diskopukm.jatimprov.go.id/berita/koperasi-sebagai-seni-mengembangkan-usaha-dan-menghantarkan-anggotanya-untuk-sukses-bersama

MEK Aisyiyah Jawa Timur Gelar Pelatihan Aplikasi Keuangan Sikadu

Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Aisyiyah Jawa Timur menggelar pelatihan aplikasi keuangan Sikadu, yang diinisiasi oleh Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop).

Sebanyak 27 orang peserta dari 10 binaan Pusat Koperasi As Sakinah Jawa Timur turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 5-6 Maret 2024 di Aula Pimpinan Wilayah Jawa Timur.

Dalam rilisnya, Rabu (6/3/24), Tatik Lutfiati, ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan menyampaikan, selama dua hari, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai lima materi utama. Mulai dari pengantar akuntansi hingga hasil laporan keuangan koperasi berbasis Sikadu.

“Materi-materi tersebut mencakup penyusunan laporan keuangan koperasi, praktik menginput master data, praktik menginput saldo data, dan analisis hasil laporan keuangan koperasi,” terangnya.

“Kami memilih Sikadu karena dibuat oleh lembaga khusus perkoperasian sehingga menunya sesuai dengan kebutuhan lapangan di koperasi masing-masing,” imbuhnya.

Nely Asnifaty, Ketua Puskop, menyampaikan harapannya terhadap pelatihan ini.

“Saya berharap koperasi binaan Aisyiyah dapat menjadi koperasi modern yang mampu mengelola administrasi dan pelaporan keuangan dengan lebih efisien, sehingga pengurus dan pengelola dapat lebih fokus pada pengembangan koperasi,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ida, merasa senang bisa mengikuti pelatihan ini.

“Mudah-mudahan dengan pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam koperasi, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam pengelolaan keuangan,” harapnya.

Keseluruhan materi pelatihan disampaikan secara langsung oleh Lapenkop, yang memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan koperasi berbasis Sikadu.

Sumber : kartanusa.id/2024/03/06/mek-aisyiyah-jawa-timur-gelar-pelatihan-aplikasi-keuangan-sikadu/

Siap Kawal Kemajuan Koperasi, Lapenkop Jatim Gelar Apel Siaga Pemandu Koperasi

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Indonesia Ke-76, provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Kota Blitar, LAPENKOP Wilayah Jawa Timur menggelar acara Apel Pemandu Koperasi se-Jawa Timur di Hotel Permai, PKPRI Kota Blitar pada hari Sabtu, 22 Juli 2023. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pemandu Lapenkop di wilayah Jawa Timur.

Dengan tema “Pemandu Koperasi Siap Sigap Beraksi Mengawal Koperasi Unggul Berjati Diri,” kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran penting pemandu koperasi dalam mengawal perkembangan koperasi yang unggul dan berjati diri.

Rangkaian acara diawali dengan Apel Siaga Pemandu, di mana peserta menyatakan ikrar sebagai pemandu koperasi yang siap dan sigap mengawal SDM koperasi yang unggul dan berjati diri. Selain itu, Para pemandu juga mendapatkan updating mengenai arah gerak LAPENKOP Jawa Timur untuk periode 2023-2025.

Ketua Dekopinwil Jatim, H. Slamet Sutanto, SE,MM selaku Pembina Apel, memberikan amanat Bahwa Pemandu Koperasi adalah ujung tombak implementasi Fungsi edukasi dekopin, untuk itu harus selalu siap siaga menjalankan tugas dan fungsi di tengah tantangan yang semakin tidak mudah. “Lapenkop ini lembaga teknis yang menjalankan fungsi edukasi, menjadi pemandu adalah panggilan jiwa pengabdian terbaik untuk menjayakan koperasi, saya tahu pemandu lapenkop sangat profesional dan selalu siap untuk menjayakan koperasi. Terus tingkatkan profesionalitas dan layanan terbaik bagi gerakan koperasi.” Tegas Putra Blitar tersebut.

Kepala Lapenkop Jatim, Moh Faishol Chusni, menyampaikan bahwa acara Ap Pemandu Koperasi merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Harkop Indonesia ke 76 tingkat provinsi yang dipusatkan di Kota Blitar. Chusni menjelaskan bahwa pemandu mempunyai tugas memajukan SDM manusia koperasi yang unggul dan berjati diri. Untuk itu, tentu harus profesional dalam menjalankan tugasnya. Layanan lapenkop Jatim selain diklat juga memberikan pendampingan, inkubasi, modernisasi dan digitalisasi koperasi.

“Alhamdulillah, selama ini kami telah banyak bermitra dengan pemerintah, gerakan koperasi, lembaga pendidikan di Indonesia. Kami berharap kedepan kami bisa berkontribusi lebih banyak untuk gerakan koperasi.” Tegasnya.

Selain Apel pemandu kegiatan diisi dengan updating bersama tentang penyusunan Laporan Keuangan koperasi Berjati Diri yang disampaikan oleh Bapak R. Nugroho MM, praktisi senior koperasi Indonesia serta implementasi Digitalisasi koperasi berbasis online menggunakan Sistem Informasi Keuangan Terpadu (SIKADU) yang disampaikan pakar koperasi IT koperasi dan pencipta SIKADU Bapak Jarot Purwanto, MM.

Dengan dilaksanakannya Apel Pemandu Koperasi se-Jawa Timur, LAPENKOP Wilayah Jawa Timur berharap dapat terus memperkuat peran pemandu koperasi dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi yang unggul, berdaya saing, dan berjati diri.

Pemkot Mojokerto Fokus Kuatkan Peran Koperasi dalam Perekonomian

Pemerintah Kota Mojokerto konsisten terhadap penguatan peran koperasi dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kota Mojokerto. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan pelatihan pengembangan usaha koperasi melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag).

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 35 koperasi yang terdiri dari 22 koperasi retail, 5 koperasi produsen, dan 7 koperasi pesantren. Pendampingan dan workshop berlangsung selama tiga pekan dengan menggandeng Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) Jawa Timur. Lewat program ini diharapkan masing-masing koperasi dapat mengetahui potensi bisnis ataupun usaha yang mereka miliki, agar kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut.

“Koperasi juga layak memiliki bisnis-bisnis yang besar, seperti badan usaha lainnya. Tapi memang untuk membangkitkan semangat koperasi untuk bisa mencapai itu, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di Aula Kantor Diskopukmperindag, Jumat (23/6/2023).

Ning Ita menegaskan, perhatian khusus Pemkot Mojokerto kepada koperasi ini berdasarkan karakteristik koperasi sebagai badan usaha yang kekuatannya berasal dari anggota. Sehingga apabila suatu koperasi dilakukan penguatan, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota.

“Di dalam koperasi kekuatannya ada di anggota. Jika ada koperasi dibandingkan satu PT dan CV, sebagai kepala daerah saya akan memilih koperasi. Karena jelas, akan makin banyak pihak-pihak yang ekonominya menguat,” tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.

Seperti dipublikasikan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, perhatian wali kota terhadap penguatan ekonomi melalui koperasi juga ditunjukkan dalam program Inkubasi Wirausaha. Di dalamnya terdapat skema “4P” yaitu Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Modal, dan Pembentukan Koperasi.

“Ada Pembentukan Koperasi. Karena supaya wirausaha baru yang sudah eksis ini bisa berkumpul dalam satu wadah yang sama sehingga intervensi dari pemerintah untuk support mereka wirausaha baru lebih mudah. Jika koperasinya maju, maka semua anggota yang tergabung di dalamnya ikut maju,” tutur Ning Ita.

Pelatihan Usaha dan Daya Saing Produk Koperasi di Kabupaten Lamongan: Meningkatkan Potensi Bisnis UMKM

Pada tanggal 15 Juni 2023, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Usaha dan Daya Saing Produk Koperasi”. Acara ini dihadiri oleh narasumber terkemuka dari LAPENKOP Jatim (Lembaga Pendidikan Koperasi Jawa Timur) dan Dekopinda Lamongan, serta diikuti oleh 50 peserta dari berbagai gerakan koperasi di Kabupaten Lamongan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi bisnis dan daya saing produk koperasi di Kabupaten Lamongan. Dengan melibatkan para pelaku usaha koperasi, acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan pengembangan produk yang inovatif.

Salah satu aspek penting yang akan dibahas dalam pelatihan ini adalah pemasaran. Narasumber dari LAPENKOP Jatim dan Dekopinda Lamongan akan membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang strategi pemasaran yang efektif untuk produk koperasi. Peserta akan diberikan wawasan tentang penggunaan media sosial, pemasaran online, dan teknik pemasaran lainnya untuk meningkatkan visibilitas produk koperasi mereka.

Selain itu, pelatihan ini juga akan fokus pada manajemen keuangan. Bagi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis koperasi, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan yang efisien. Narasumber akan memberikan penjelasan tentang pengelolaan keuangan yang tepat, pembuatan laporan keuangan, serta cara mengoptimalkan sumber daya keuangan yang tersedia.

Selanjutnya, peserta pelatihan juga akan diberikan wawasan tentang pengembangan produk yang inovatif. Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, penting bagi koperasi untuk menghadirkan produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Narasumber akan membahas strategi pengembangan produk, identifikasi peluang pasar, dan inovasi produk yang dapat meningkatkan daya saing koperasi.

Melalui pelatihan ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan berharap peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis koperasi mereka. Dengan meningkatkan potensi bisnis dan daya saing produk koperasi, diharapkan sektor koperasi di Kabupaten Lamongan dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Sumber : lamongankab.go.id/beranda/diskopum/post/10609

Dinkop UM Gelar Pelatihan Manajerial Bagi Pengelola Koperasi

Aspek keuangan merupakan salah satu dari aspek-aspek yang tercakup dalam tata kehidupan koperasi. Hal tersebut sudah tertuang dalam pasal 30 UU Nomor 25 tahun 1992 yang berbunyi menyusun laporan keuangan adalah salah satu tugas pengurus.

Dengan demikian Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Nganjuk menggelar program pendidikan dan pelatihan perkoperasian pada Rabu (03/05/2023). Kegiatan yang berlangsung selama 4 (empat) hari mulai Rabu 3 Mei 2023 sampai 6 Mei 2023  diikuti peserta sebanyak 30 orang peserta yang beranggotakan Pengurus Koperasi Wanita (Kopwan) di Kota Angin.

Pelatihan dibuka secara langsung oleh Kepala Dinkop UM Kabupaten Nganjuk, Cuk Widianto. Ditandai dengan penyerahan alat kelengkapan pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Dalam sambutannya, pihaknya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melatih koperasi mahir menyusun laporan keuangan. Karena pelaporan dalam koperasi bersifat wajib sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Apalagi saat ini ada teknologi informasi. Silakan dimanfaatkan untuk menyusun laporan keuangan agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” lanjutnya.

Dijelaskan Cuk Widianto, bahwa selain Kopwan, Dinkop UM juga  akan menggelar kegiatan serupa bagi ratusan koperasi lain di Kota Angin. Jumlahnya mencapai 120 lembaga. Namun dibagi empat angkatan. “Agar pelatihan tersebut betul-betul optimal,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pelatihan tersebut terselenggara dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Peningkatan Kapasistas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PK2UKM) Tahun 2023. Dengan mendatangkan narasumber dari  Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Wilayah Jawa Timur.

Lapenkopwil Jatim Gelar Sunday Training Pembuatan Laporan Keuangan Koperasi Menggunakan Aplikasi SIKADU

Lapenkopwil Jatim kembali menggelar Sunday Training. Pelatihan ini dilakukan secara virtual dan gratis bagi pelaku koperasi. Menariknya, kali ini mengusung tema Pembuatan Laporan Keuangan Koperasi Berjati diri. Bahkan, pembuatan Laporan Keuangannya didesign khusus menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Koperasi Terpadu (SIKADU). Minggu (16/4/2023).

Ketua Lapenkopwil Jatim, Faishol Chusni mengungkapkan bahwa Aplikasi SIKADU merupakan aplikasi ringan dan sangat membantu mempermudah pembuatan laporan keuangan koperasi yang berjati diri.

Keuanggulannya, Sikadu didesign khusus berbasis web yang mudah dioperasikan dan disajikan secara Up to date dan real time. Berbeda dengan aplikasi yang lain, Sikadu dirancang oleh pelaku dan praktisi koperasi sehingga sangat paham yang dibutuhkan oleh koperasi.

“Sikadu ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gerakan koperasi. Aplikasi ini berbasis web dan disajikan secara akuntabel dan real time”, ungkapnya.

Selain itu, Faishol Chusni menuturkan bahwa Laporan Keuangan Berjati diri merupakan bentuk laporan keuangan yang memisahkan transaksi berbasis pelayanan pada anggota dengan transaksi bisnis terhadap pelayanan non anggota. Pemisahan tersebut dimungkinkan terciptanya keadilan pajak bagi koperasi.

“Jika selama ini transaksi pelayanan anggota dan pelayanan bisnis non anggota tercampur aduk. Kami berharap melalui Sunday Training ini, transaksi pelayanan anggota dipisahkan dengan pelayanan bisnis non anggota. Ini berkaitan dengan keadilan pajak bagi koperasi”, tuturnya.

Dekopinda Situbondo Bersama Lapenkopwil Jatim Gelar Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi

Ketua Dekopinda Sitobondo, Ir. Hasan menilai pembutan laporan keuangan koperasi yang terdiri dari laporan transaksi pelayanan dan transaksi bisnis sesuai ketentuan PP. No. 7 Tahun 2021 semakin berkembang dikalangan para pengelola koperasi di Jawa Timur.

Oleh karena itu, pihaknya sengaja melakukan kolaborasi bersama Lapenkopwil Jatim dalam mengadakan Bimtek Pembuatan Laporan Koperasi. Bukan tanpa alasan, Lapenkopwil Jatim dipandang lebih menguasai dalam membuat laporan keuangan koperasi daripada lembaga lain.

Menurut Hasan, bimtek tersebut bertujuan untuk mendorong gerakan koperasi di Situbondo melaksanakan pembuatan laporan keuangan sebagaimana ketentuan yang diatur dalam PP. No. 7 Tahun 2021.

Bimtek yang dilaksanakan pada tanggal 5 April 2023 bertempat di Aula kantor Dekopinda Situbondo, diikuti oleh perwakilan gerakan koperasi dari kalangan KPRI, KUD, KSP, Koperasi kepolisian dan TNI dan Kopwan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para pengelola koperasi. Selain dapat membuat laporan keuangan sesuai regulasi, juga dapat memenuhi kewajiban perpajakannya secara adil dan semestinya sesuai kegiatan transaksi usaha yang dilaksanakannya”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Situbondo, Drs. Nugroho. M.Si yang membuka secara resmi kegiatan bimtek tersebut, memberikan apresiasi terhadap kegiatan bimtek yang dilaksanakan secara mandiri oleh Dekopinda bersama seluruh gerakan koperasi. Dirinya berharap melalui bimtek tersebut, gerakan koperasi di Kabupaten Situbondo dapat mengintegrasikan laporan transaksi pelayanan dan transaksi bisnisnya

“Luar biasa. Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri tanpa anggaran dari Pemerintah Daerah. Dekopinda Situbondo keren… Semoga kedepan, laporan keuangan koperasi dapat dibuat sesuai ketentuan PP. No. 7 Tahun 2021 yang mengintegrasikan laporan transaksi pelayanan dan transaksi bisnisnya”, tuturnya.

Sekretaris Dekopinwil Jatim, R. Nugroho selaku nara sumber menegaskan bahwa kewajiban perpajakan koperasi akan muncul ketika koperasi melakukan transaksi bisnis. Seperti halnya kegiatan bisnis yang dilakukan oleh pelaku usaha diluar koperasi. Sedangkan transaksi pelayanan yang dilakukan koperasi sebagai perwujudan jati dirinya adalah kegiatan yang tidak mencari untung dari sesama anggota koperasi.

“Sesuai PP. No. 7 Tahun 2021, pencatatan aktifitas bisnis dan pelayanan itu harus dibedakan. Transaksi bisnis terjadi ketika terdapat pelayanan terhadap non anggota. Transaksi ini wajib dikenakan pajak. Sedangkan pelayanan untuk onggota itu bukan bisnis. Karena koperasi tidak mendapatkan untung dari transaksi ini. Tidak ada koperasi berbisnis dengan anggotanya. Transaksi ini tidak dikenakan pajak”, jelasnya.

Kegiatan bimtek diakhiri dengan bimbingan penggunaan aplikasi digitalisasi dalam pembuatan laporan koperasi oleh tim Lapenkopwil Jatim.

Lapenkopwil Jatim Kolaborasi Bersama Lapenkopwil Jateng Gelar Pelatihan Pemandu

Ketua Lapenkopwil Jatim, Faishol Chusni mengatakan dirinya berkolaborasi bersama Lapenkop Jateng atas arahan Ketum Umum Dekopin dan ketua Dekopinwil Jatim. Termasuk dengan Lapenkopwil Jateng dan Lapenkop seluruh Indonesia. Bentuknya, Lapenkop Jatim menjadi tim pelatih pada Pelatihan Pemandu yang dilaksanakan Lapenkopwil Jateng tanggal 22 – 24 Februari 2023.

“Kolaborasi ini sesuai dengan amanah dari Ketum Dekopin dan Ketua Dekopinwil Jatim, agar Lapenkopwil Jatim dapat membangun sinergi dengan Lapenkopwil Jateng dan Lapenkop selindo”, katanya.

Faishol Chusni menjelaskan alasannya memilih Lapenkopwil Jateng sebagai mitra awal yang dipilihnya. Menurutnya, Lapenkopwil Jateng memiliki motivasi, visi dan misi yang sama dengan Lapenkopwil Jatim.

“Visi dan Misi kami sama yaitu membangun pemandu yang handal dan profesional. Itu yang menjadi alasan utama”, jelasnya.

Faishol Chusni menyatakan, untuk mendapatkan surat ijin memandu (SIM), peserta harus melakukan pendidikan anggota minimal 2 kali per 2 angkatan. Sedangkan untuk menjadi pelatih harus melalui jenjang pelatihan pemandu sebanyak 4 angkatan.

Tidak hanya itu, semua modul pembelajaran Lapenkop, baik untuk pemandu, pelatih, anggota, pengurus, pengawas, pengelola dan kelompok- kelompok strategis dirancang dengan model partisipatif, semua peserta diklat terlibat dan berperan aktif.

“Kami memiliki konsep dan kurikulum berbasis pendidikan orang dewasa partipatif. Ini sangat identik dengan karakter koperasi yang fokus pada peran serta anggota”, pungkas Faishol Chusni.